12 Jenis Tumpeng Untuk Acara Ritual Tahunan

Yang hanya orang tahu bahwa tumpeng hanya digunakan untuk acara syukuran ketikamendapatkan rejekia ataupun bertambahnya usia. Namun didaerah terutama Purwadiningratan mereka membuat tumpeng untuk melakukan ritual, tidak tanggung – tanggung 12 jenis tumpeng dibuat secara swadaya oleh warga digunakan untuk upacara ritual tahunan memperingati hari jadi kampung Purwadiningratan. Setiap tumpengan yang dibuat memiliki jenis yang berbeda – beda dan memiliki makna tersendiri. Karena dibuat sendiri oleh masyarakat kampung Purwadiningratan sehingga tidak perlu pesan nasi tumpeng Jakarta karena tumpeng yang dibuat khusus untuk acara tahunan ini setiap jenis tumpengnya mewakilii doa dan harapan yang dibuat warga untuk Purwadiningratan yang mewakilii seluruh doa warga untuk kampungnya. Seluruh tumpeng tersebut dikirab oleh warga mengelilingi kawasan Purwadiningratan dengan harapan seluruh wilayah kampung diberkati. Tumpeng yang dikirab oleh warga antara lain tumpeng pangruwat yang berisi nasi putih dan pisang raja yang bermakna harapan warga akan kampungnya dilimpahi keselamatan. Kesehatan, ketenteraman dan jauh dari mara bahaya. Tumpeng ini didampingi ieh tumpeng Pangapit yang terbuat dari jenang merah putih dan dihiasi setangkai pada yang tidak dapat pesan nasi tumpeng Jakarta. Yang bermakna apapun yang teradi diatas kehendak tuhan.

Tumpeng selanjutnya adalah tumpeng kesawa yang berisi nasi dan kepala ayam yang dimaknai harapan agar masyarakat bisa giat bekerja. Kemudian yang kelima adalah tumpeng kida soka yang berisi nasi dan uang recehan mulai dari koin seratus hingga koin ribuan. Tumpeng tersebut bermakna bahwa hal yang besar berasal dari hal – hal yang kecil. Jenis tumpeng lainnya yang tidak bisa pesan nasi tumpeng Jakarta adalah tumpeng bedha negara, tumpeng janganan, tumpeng rasulan, tumpeng rbyong, tumpeng puput, tumpeng gunung sari, tumpeng sangga langit dan tupeng manggada. Tradisi kirab tumpeng di Purwadiningratan ini sudah dilakukan seara turun menurun sejak awal terbentuknya kawasan kampung Purwadiningratan pada masa Paku Buwono X. dahulu para pejabat di Purwadiningratan selalu dekat dengan rakyatnya sehingga setelah melakukan kirab panjang tumpeng tersebut dibagi – bagikan kepada rakyat dengan harapan agar berkah dan keselamatan juga tercurahkan kepada seluruh rakyat Purwadiningrat.

Leave a Reply

Required fields are marked*